PENJAGAAN TERHADAP PERBUATAN MAKSIAT

Kita sebagai manusia oleh Alloh telah diberikan hidayah yang hanya diberikan kepada hambaNya yang dikehendaki patut dan wajib bersyukur atas nikmat tersebut. Karena hanya hamba-hamba pilihan Alloh saja yang diberikan rohmat dan hidayahNya. Dalam Al-qur’an diterangkan,

وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ ١۰٥
“Dan Alloh mengkhususkan rohmatNya (hidayahNya) kepada orang yang Alloh kehendaki”.(QS Al Baqoroh ayat 105)

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ ٣٢

Kemudian kami Alloh mewariskan kitab kepada hamba-hamba yang kami pilih, maka sebagian dari mereka ada yang berbuat dzalim pada dirinya dan sebagian dari mereka ada yang sedang-sedang saja dan sebagian dari mereka ada yang berlomba-lomba dalam kebaikan dengan ijin Alloh, demikian itu adalah keutamaan yang besar”. (QS Fathir ayat 32)

Kita supaya menyadari bahwa sekarang sudah memasuki jaman akhir yang penuh dengan tantangan, cobaan, godaan dalam melaksanakan dan memperjuangkan tegaknya agama Islam berdasarkan Kitabillah dan sunah Rosululloh. Sebagaimana kita rasakan yang terjadi di masyarakat sekarang ini, dengan adanya kemajuan teknologi timbul berbagai dampak negatif yang mempengaruhi dan merusak keimanan. Diantaranya dengan maraknya pornografi seperti VCD porno, blue film, situs-situs porno dalam internet, gambar-gambar porno, wanita yang berpakaian ketat tidak meutup aurat dan porno aksi seperti tarian erotis, goyang ngebor, prostitusi yang dilegalkan, merajalelanya minuman keras, penyalahgunaan obat-obat narkoba dan psikotropika, pil-pil koplo, ekstasi, obat-obatan pencegah/menggugurkan kehamilan, merajalelanya pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya.

Di kalangan remaja juga timbul persepsi yang salah dan keliru terhadap perbuatan dosa karena informasi yang keliru yang diterimanya. Seperti adanya pakar seksologi maupun psikologi yang mengatakan bahwa onani atau masturbasi wajar dilakukan oleh remaja, sehingga banyak remaja yang yang melakukannya. Padahal perbuatan tersebut menurut hukum Alloh adalah perbuatan dosa besar dan bisa merusak kesehatan baik fisik maupun mental.

Dalam hadits diterangkan,
“Ada tujuh golongan nanti pada hari kiamat yang tidak dilihat oleh Alloh yang maha mulia lagi maha agung dan tidak disucikan Alloh, dan tidak dikumpulkan beserta golongan orang-orang yang beramal, Alloh akan memasukkan pada mereka ke dalam neraka paling awal kecuali seandainya mereka mau bertaubat, kecuali seandainya mereka mau bertobat, kecuali seandainya mereka mau bertaubat, maka barang siapa yang mau bertobat maka Alloh akan menerimanya.Yaitu : Orang yang menikahi tangannya (onani/masturbasi), orang yang mengerjai dan dikerjai (homoseks/lesbian), orang yang membiasakan minum arak, orang yang menyakiti kedua orang tuanya sampai meminta tolong keduanya, orang yang menyakiti tetangganya sampai melaknatinya, dan orang yang menikahi istri tetangganya (selingkuh)”. (HR Baihaqi)

Keadaan seperti ini kenyataannya semakin parah dan merajalela, sesuai diterangkan dalam hadist,

فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِى عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِى بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ
“Sesungguhnya tidak datang pada kalian suatu zaman kecuali zaman sesudahnya lebih jelek daripada zaman sebelumnya, sampai kalian bertemu dengan Tuhan kalian”. (HR Bukhori)

Dengan demikian berarti kesempatan iblis yang telah bertekad dan bersumpah untuk menghancurkan keimanan manusia semakin luas dan terbuka. Sebagaimana diketahui bahwa iblis telah diberi ijin oleh Alloh untuk selalu berusaha menggoda dan merusak anak Adam sampai hari kiamat. Tipu daya iblis yang lihai dengan cara menghiasi amal perbuatan yang jelek supaya kelihatan baik, amal perbuatan yang keji kelihatan terpuji, perbuatan maksiat terasa lezat dan nikmat sehingga banyak orang yang terpikat, sebagaimana yang telah tersurat dalam Al qur’an,

قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٤) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (١٥) قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (١٦) ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ .١٧
“Iblis berkata: Tangguhkanlah saya sampai hari mereka dibangkitkan (kiamat). Alloh berfirman: Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tempo. Iblis berkata: Karena Engkau telah menyesatkan saya maka sungguh saya akan menduduki (menghalangi) mereka dari jalan Engkau yang benar, kemudian saya akan mendatangi mereka dari arah depan, belakang, kanan dan kiri mereka dan Engkau mendapati kebanyakan mereka tidak bersyukur”. (QS Al A’roof ayat 14-17)

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آَذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا (١١٩)
“Dan aku (Iblis) benar-benar akan menyesatkan mereka dan akan memberikan lamunan pada mereka dan aku (Iblis) akan perintah pada mereka untuk memotong hewan sebagai persembahan berhala, dan aku (Iblis) akan sungguh-sungguh perintah pada mereka untuk merubah agama Alloh. Dan barang siapa yang menjadikan syetan sebagai kekasihnya maka sungguh-sungguh jelas merugi”. (QS Anisa ayat 119)

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (٣٩) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ٤۰

“Iblis berkata: Ya Tuhanku, sebab Engkau telah menyesatkan aku, maka aku akan menghias-hiasi untuk mereka (memandang baik perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang dimurnikan”. (QS Al Hijr ayat 39-40)

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ ٦
“Sesungguhnya syetan adalah musuh kalian, maka menjadikanlah syetan sebagai musuh kalian. Sesungguhnya syetan mengajak kepada pengikut-pengikutnya agar mereka termasuk penghuni neraka sa’ir”. (QS Fathir ayat 6)

Untuk menghadapi kerusakan zaman akhir dan gencarnya serangan iblis yang tidak henti-hentinya selalu mencari kelengahan dan kelemahan orang beriman maka harus meningkatkan penjagaan terhadap dengan selalu meningkatkan keimanan, kefahaman agama, mendekatkan diri kepada Alloh (taqorrub ilalloh), memperbanyak kegiatan ibadah, memperbanyak amalan yang bisa mendatangkan pahala dan keridhoan Alloh seperti banyak menderes Al qur’an, mengaji, dzikir, berdoa, dan bahkan diusahakan memiliki amalan-amalan andalan seperti menghizibkan (mewajibkan pada dirinya) untuk merutinkan suatu amalan seperti memastikan kepada dirinya dalam sehari semalan membaca istighfar 1.000 kali, membaca sholawat nabi minimal 500 kali, membaca Al qur’an minimal 1 juz. Pengamalan ini berharap agar Alloh menjaga dan menyelamatkan dari barmacam kemaksiatan dan kerusakan zaman akhir. Selain itu kita harus lebih mutawari’ (hati-hati), waspada dan menghindari perbuatan dosa sekecil apapun. Sebab pelanggaran besar dan dosa besar bermula dari pelanggaran dan dosa kecil. Perbuatan dosa kecil tidak terasa akan merusak jiwa dan menutup pintu hati yang akhirnya sulit untuk ditembus dengan nasehat-nasehat agama, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu alaihi wasallam,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ فَإِنْ زَادَ زَادَتْ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Sesungguhnya Rosululloh bersabda,”Sesungguhnya orang iman apabila mengerjakan dosa maka ada noda hitam di dalam hatinya apabila dia bertobat dan mencabut perbuatannya dan istighfar maka hatinya dibersihkan apabila dia menambah (dosanya) maka bertambahlah (noda hitamnya), demikian itulah الرَّانُ yang Alloh sebutkan dalam kitabNya: Sekali-kali tidak sebenarnya noda hitam pada hati mereka sebab perbuatan yang telah mereka kerjakan”. (HR Ibnu Majah, Kitabul zuhdi)

Dalam hadits lain diterangkan,”Takutlah kalian pada remehnya dosa karena sesungguhnya remehnya dosa berkumpul atas seseorang laki-laki sehingga merusak padanya”. (HR Ahmad)

Contoh perbuatan dosa yang remeh diantaranya adalah perbuatan nyepi antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bukan mahromnya baik lewat perantara surat-suratan, chatting, facebook, sms dan sejenisnya yang isinya adalah tentang pelanggaran antara laki-laki dan perempuan. Perbuatan seperti ini apabila tidak dikontrol dan dijaga dengan baik akan menjurus terjadinya perbuatan dosa yang lebih besar lagi yaitu terjadinya pelanggaran had (zina). Na’udzubillahi min dzalik.

Perbuatan ini mengandung ancaman yang sangat berat baik di dunia maupun di akherat. Sebagian dari akibat hubungan perzinaan di dunia adalah :
1. Menanggung malu baik dirinya, keluarganya dan orang-orang sekitarnya
2. Pada waktu melahirkan sakitnya luar biasa
3. Setelah anaknya sudah besar juga ikut menanggung malu karena ditanya oleh teman-temannya “Siapa bapakmu? Dan dikatakan anak haram
4. Kalau anak hasil zina adalah anak perempuan, maka laki-laki yang menzinai ibunya anak tersebut tidak boleh menjadi wali anak perempuan tersebut
5. Hubungan waris mewaris antara anak hasil zina tersebut dengan laki-laki yang menzinai ibunya anak tersebut putus

Mudah-mudahan kita dijaga oleh Alloh dari tipu daya iblis dengan berbagai macam kemaksiatan, tidak terpengaruh dengan lakon-lakon ahli neraka, sehingga di dunia menjadi orang terhormat , mulia dan mendapat pangkat derajat yang tinggi di sisi Alloh.// Amin.