Zaman akhir yang mendekati datangnya kiamat akan dibarengi dengan berbagai kerusakan perilaku manusia. Merajalelanya minuman keras dari berbagai bentuk dan jenisnya. Kebejatan moral yang ditandai dengan adanya perzinaan yang sudah tidak pandang bulu. Di samping itu masalah tentang akhlaq budi perkerti yang berhubungan dengan sesama manusia sudah sangat rusak. Hilangnya sifat amanah dan kejujuran, hilangnya rasa malu berbuat dosa bahkan malah dipertontonkan. Hilangnya rasa hormat seorang anak kepada orang tuanya bahkan berani kepada orang tuanya, seorang anak lebih dekat dengan temannya daripada kepada kedua orang tuanya. Siswa berani kepada gurunya, ulamanya, berani dan merasa bangga apabila melanggar hukum. Perkelahian antar etnis, antar pelajar, antar mahasiswa, antar suku, saling membunuh tanpa alasan yang dibenarkan baik hukum agama maupun hukum pemerintah. Pembunuhan dengan cara yang sadis dengan memutilasi korban. Maraknya perjudian, perampokan di berbagai tempat dengan cara membantai penghuni rumah dan menghabiskan isi rumahnya. Ini adalah contoh-contoh perbuatan kebejatan moral yang sering diberitakan baik lewat media cetak maupun elektronik. Sungguh sangat miris kejadian-kejadian seperti ini.

Hal itu semua terjadi karena rusak dan bejatnya akhlaq moral mereka. Mereka mengambil jalan pintas yang keliru diantaranya menjadikan pemimpin mereka orang yang fasiq, orang yang rendah dan jelek budi pekertinya. Memuliakan sesorang karena takut kejelekannya. Sehingga tidak heran sekarang banyak dijumpai aparat penegak hukum dan para pemimpin yang seharusnya dijadikan contoh panutan, malah mereka melakukan praktek perbuatan melawan hukum. Tidak jarang di antara mereka yang masuk penjara. Ironisnya mereka yang terjerat hukum tersebut dalam kesehariannya seolah tidak pernah melakukan perbuatan yang tercela dan dosa, bahkan tidak pernah menyesal atas perbuatan dosanya dan tidak menganggap bahwa perbuatannya akan berakibat neraka.

Semua perbuatan tersebut adalah perbuatan Iblis laknat jahannam, perbuatan ahli neraka. Sebagai muslim yang beriman sudah semestinya harus mencegah dan menghindari perbuatan-perbuatan tersebut. Rosululloh menerangkan dalam Al Hadits :

إِذَا اتُّخِذَ الْفَىْءُ دُوَلاً وَالأَمَانَةُ مَغْنَمًا وَالزَّكَاةُ مَغْرَمًا وَتُعُلِّمَ لِغَيْرِ الدِّينِ وَأَطَاعَ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ وَعَقَّ أُمَّهُ وَأَدْنَى صَدِيقَهُ وَأَقْصَى أَبَاهُ وَظَهَرَتِ الأَصْوَاتُ فِى الْمَسَاجِدِ وَسَادَ الْقَبِيلَةَ فَاسِقُهُمْ وَكَانَ زَعِيمُ الْقَوْمِ أَرْذَلَهُمْ وَأُكْرِمَ الرَّجُلُ مَخَافَةَ شَرِّهِ وَظَهَرَتِ الْقَيْنَاتُ وَالْمَعَازِفُ وَشُرِبَتِ الْخُمُورُ وَلَعَنَ آخِرُ هَذِهِ الأُمَّةِ أَوَّلَهَا فَلْيَرْتَقِبُوا عِنْدَ ذَلِكَ رِيحًا حَمْرَاءَ وَزَلْزَلَةً وَخَسْفًا وَمَسْخًا وَقَذْفًا وَآيَاتٍ تَتَابَعُ كَنِظَامٍ بَالٍ قُطِعَ سِلْكُهُ فَتَتَابَعَ


“Ketika harta jarahan diambil sebagai putaran (tidak dibagi sesuai dengan peraturan yang ada) dan amanat dijadikan sebagai jarahan, dan membayar zakat karena ilang-ilangan (terpaksa), dan ilmu dipelajari selain untuk agama, dan seorang laki-laki taat kepada istrinya, dan seorang anak berani melukai ibunya, lebih dekat dengan temannya dan menjauh dari bapaknya, dan lahirlah suara keras di dalam masjid, dan yang memimpin pada segolongan adalah fasiq-fasiqnya mereka, dan pemimpin suatu kaum adalah orang yang lebih asornya mereka, dan dimulyakannya seorang laki-laki karena takut kejelekannya, dan lahir biduan-biduan wanita dan alat-alat lahan (musik), dan telah diminum minuman keras, dan akhirnya umat yang awal (generasi muda) mendoakan laknat kepada umat yang awal (generasi tua), maka hendaklah menunggu dalam keadaan yang demikian angin yang merah dan gempa dan ambles, dan makhluk jelmaan dan lemparan batu dari langit, dan tanda-tanda siksaan yang berturut-turut seperti untaian permata yang rusak yang diputus benang-benangnya maka berturut-turutlah siksaan itu” (HR Tirmidzi)


والذي نفس بيده لا تذهب الدنيا حتى يئاتي على الناس يوم لا يدو القاتل فيم قتل ولا المقتل فيم قتل


“Demi dzat yang menguasai diriku, dunia tidak akan hilang (kiamat) sehingga datang atas manusia suatu hari dimana seseorang yang membunuh tetapi tidak tahu sebab apa dia membunuh dan seseorang yang dibunuh tidak tahu sebab apa dia dibunuh” (HR Muslim)

Di sisi lain kemajuan kemajuan teknologi terutama di bidang informasi dan komunikasi semakin mudah orang untuk menyaksikan kemaksiatan lewat berbagai media baik cetak maupun elaktronik. Media-media yang menampilkan gambar-gambar porno dengan mudah untuk didapat dijajakan para pengasong di pinggir-pinggir jalan, bacaan-bacaan porno, demikian pula kaset VCD porno hampir setiap rental menyediakannya.

Pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang semakin bebas nyaris tanpa batas sehingga orang lebih mudah mendapatkan kenikmatan sesaat di berbagai tempat, di hotel, losmen, diskotik, kafe, panti pijat dan tempat-tempat bilyard. Anak-anak usia remaja (ABG) banyak terjerumus menjadi budak pemuas nafsu syetan. Bahkan disinyalir banyak kasus pelajar, mahasiswa-mahasiswi yang nyambi untuk menjual dirinya. Bahkan seorang publik figur pun sampai terjerumus ke dalam perbuatan maksiat itu. Naudzubill min dzaalik

Walaupun kondisi zaman yang sudah demikian rusak, sebagai hamba Alloh yang beriman supaya selalu menjaga diri agar tidak terpengaruh dari kerusakan tersebut. Nasehat Mauidhotul hasanah supaya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kitab pedoman orang Islam yang tertinggi yaitu Al Qur’an dan Al Hadits harus menjadi rujukan nomor satu dan supaya diamalkan dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan bagaimanapun juga untuk supaya tetap ditetapi, diperlukan dan dipersungguh. Praktek budi pekerti yang luhur harus dibumikan di dalam hati sanubari masing-masing orang yang beriman kepadNya.