Sopan santun atau dalam istilah Jawa Tata krama/unggah ungguh dan dalam istilah Arab Akhlakul karimah merupakan warisan leluhur yang sangat agung. Pada saat sekarang ini nilai nilai unggah ungguh sudah mulai terkikis. Oleh karena itu perlu lagi adanya pendidikan dan pelatihan mulai dari diri sendiri sampai mungkin yang berskala kelembagaan. Generasi sekarang sudah banyak yang melupakan atau bahkan meninggalkan apa yang namanya Tata krama atau akhlakul karimah. Kemerosotan ta’dzim (mengagungkan-red) kepada orang yang lebih tua dan yang berhak untuk dita’dzimi, serta kurangnya budi luhur dan sopan santun mereka di lingkungan masyarakat. Sehingga banyak dari kalangan orang tua yang merasa prihatin dan menganggap bahwa anak muda sekarang sudah tidak mempunyai tata krama, sopan santun, unggah ungguh, papan empan adepan, akhlakul karimah.

Oleh karena itu dipandang perlu adanya petunjuk-petunjuk praktis tentang nilai kesopanan dan tata krama di kalangan generasi muda  yang jelas didasarkan dari ajaran Adi Luhung dan menurut petunjuk Al Qur’an dan Al Hadist. Berikut ini ada beberapa petunjuk yang berkaitan dengan tata krama dan sopan santun dalam tindakan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. TATA KRAMA BERPAKAIAN DAN BERHIAS
  2. TATA KRAMA KETIKA MAKAN
  3. TATA KRAMA KETIKA MINUM
  4. TATA KRAMA BERTAMU
  5. TATA KRAMA MENERIMA TAMU
  6. TATA KRAMA BERBICARA DENGAN ORANG LAIN (BERCAKAP CAKAP)
  7. TATA KRAMA TIDU
  8. TATA KRAMA BERJALAN
  9. TATA KRAMA MENGENDARAI SEPEDA/MOTOR/MOBIL
  10. TATA KRAMA TERHADAP KEDUA ORANG TUA
  11. TATA KRAMA TERHADAP YANG LEBIH TUA/YANG DITUAKAN
  12. TATA KRAMA BERTELPON
  13. TATA KRAMA DALAM PERGAULAN
  14. TATA KRAMA TA’ZIAH

Disamping itu masih ada hal-hal yang tidak pantas untuk dilakukan di hadapan orang lain dan bagaimana memelihara dan menjaga kebersihan diri. bersambung…