Manusia merupakan makhluk ciptaan Alloh yang paling sempurna apabila dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena menusia diberikan sesuatu yang tidak dibeerikan kepada selainny yaitu berupa akal pikiran. Akal pikiran ini adalah sebagai pentafsir dari keadaan hati nurani seseorang untuk diteruskan melalui tindakan fisiknya. Dorongan hati atau yang dalam kata lain adalah niat, merupakan ujung tolak pertama kali untuk menggerakkan otak serta akal pikiran manusia untuk dapat melakukan tindakan yang nyata.

Tentunya hati manusia yang mengendalikan akan mempunyai kecenderungan dalam mengambil suatu tindakan yang akan dikerjakannya. Kecenderungan tersebut bisa mengarah kepada kebaikan (positif) atau kecenderungan yang mengarah kejelekan (negatif). Dan seberapa besar potensi kencenderungannya apakah yang negatif atau yang positif maka otak dan pikiranlah yang akan menterjemahkannya. Disini akal pikiran akan membentuk suatu saringan untuk memilih.

Sehingga diperlukan suatu rem untuk bisa mengendalikannya sebagai kontrol dalam tindakan yang akan dikerjakannya. Disini peran pembinaan moral sangat dibutuhkan yaitu melalui pembinaan tentang kepahaman agama. Nilai-nilai luhur agama yang ssangat universal merupakan suatu keharusan dan jangan sampai diklendrankan. Pembinaan yang sedini mungkin sangatlah perlu dan pada akhirnya kecenderungan seseorang itu akan mengarah kepada kebaikan.