Saat ini, ketika mesin penggiling menggantikan alu dan lesung penumbuk padi, bekatul identik sebagai bahan pakan ternak, bukan bahan pangan kita. Padahal di dalamnya terdapat banyak zat gizi penting, mulai dari serat, protein, lemak ”baik”, hingga vitamin.

Pengalaman para pemakai maupun penelitian ilmiah telah membuktikan manfaatnya. ”Saya sudah 30 tahun menggunakan dan meresepkan bekatul,” kata Letkol (Purn.) dr. Yusuf Nursalim (79), dokter pensiunan TNI AD. Karena keahliannya di bidang bekatul, sebagian orang mengenalnya sebagai ”dokter bekatul”. Awal tahun 1960-an, pria yang lebih dikenal sebagai dr. Liem ini banyak membaca literatur tentang manfaat Vitamin B15 (asam pangamat) buat kesehatan. Vitamin ini ditemukan oleh Dr. Ernst T. Krebs, ahli Biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat. Krebs kali pertama mengisolasi vitamin itu dari biji aprikot. Tapi yang digunakan untuk penelitian bukan vitamin alami dari tumbuhan, tapi sintetis (buatan).

Yang membuat Liem tertarik, Krebs menyebut vitamin ini banyak terdapat di rice bran alias kulit ari beras atawa bekatul. ”Di sini bekatul ’kan melimpah,” ujarnya. Berbekal pengetahuan itu, Liem yang waktu itu telah berdinas sebagai tentara mencoba melakukan percobaan semi-ilmiah. Mula-mula ia menjadikan dirinya sebagai ”kelinci percobaan”.
Selama sebulan, ia mengkonsumsi bekatul sebagai makanan, seperti ayam. Bekatul ia makan mentah, dicampur dengan susu atau teh. Pagi 20 g, malam 20 g. Dari percobaan itu, ia merasakan perubahan yang berarti. Badannya lebih fit dan tak gampang lelah jika melakukan latihan fisik ketentaraan. Buang air besar pun menjadi lebih lancar. Frekuensianya juga lebih teratur, 1 – 2 kali sehari. Sebelumnya, ia biasa buang air besar dua hari sekali.

Berikut adalah beberapa saran pemakaian bekatul untuk berbagai masalah kesehatan dan untuk menjaga stamina.
1. Untuk menjaga kesehatan/stamina: 30 gram (1 sendok makan) sehari (pagi dan sore masing-masing 15 gram), atau sekaligus 30 gram pagi, diseduh 1 gelas air panas/mendidih. Lebih enak dicampur gula merah, gula putih, gula obat (bagi penderita kencing manis), susu, cokelat, sup, bubur kacang hijau, havermut, mie instan, santan kelapa, dll.

2. Bekatul sebagai makanan tambahan bagi pasien dalam proses pengobatan. Dengan tetap memakan obat dari dokter, setelah 1-2 minggu berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk menilai khasiat bekatul sebagai makanan tambahan. Dosis yang dianjurkan: dimulai dengan 2 x 1 sendok makan (30 gram) pagi dan sore @ 1 sendok makan. Bila perlu dosis dapat ditambah 3 x 1 sendok makan (45 gram) pagi, siang, dan sore @ 1 sendok makan, atau 2 x 2 sendok makan (60 gram) sehari, pagi 2 sendok makan, sore 2 sendok makan, atau 2 x 3 sendok makan (90 gram). Saya sendiri setiap hari makan 2 x 2 sendok makan untuk kesehatan.

3. Vitamin B15 yang diproduksi oleh Da Vinci Laboratories, kandungannya 50 mg/tablet. Dosis vitamin B15 yang memberikan sukses dalam pengobatan berkisar antara 100 – 300 mg per hari. Cara bekerja vitamin B15, yang paling penting ialah untuk menyempurnakan proses metabolisme di dalam tubuh kita. Penyakit kencing manis, penyakit basedov (gondok), kolesterol tinggi, merupakan penyakit-penyakit yang disebabkan metabolisme terganggu.

Akibat sampingan:
1. Kadang-kadang diare terjadi pada permulaan pemakaian bekatul, selanjutnya kita akan terbiasa. Jika terjadi diare, dosisnya dikurangi, misalnya pagi 1/2 sendok makan, sore/malam 1/2 sendok makan (untuk penyesuaian).

2. Kadang-kadang susah buang air besar (sangat jarang terjadi), disarankan untuk banyak makan sayuran/pepaya, atau dicampur agar-agar.

3. Kadang-kadang menimbulkan rasa mual bagi penderita maag, disarankan memakan bekatul lebih encer dan jangan dimakan sekaligus (misalnya 1 sendok makan dicampur dengan 1 gelas air minum) atau memakannya dicampur agar-agar. Dengan cara ini sakit mag akan berkurang, bahkan bisa sembuh.

Pengalaman terbaru dalam pemakaian bekatul dalam 5 – 10 tahun terakhir:
1. Dalam mengobati penyakit asma, dr. Liem selalu menggunakan obat-obatan yang secara umum dipakai oleh para dokter dan dokter internis. Jadi dr. Liem menggunakan standar pengobatan umum, tetapi dia selalu menganjurkan untuk menambahkan makan bekatul. Hasilnya sangat memuaskan, bahkan mengejutkan. Khusus bagi mereka yang mengkonsumsi bekatul secara teratur, penyakit asmanya tidak pernah kambuh atau jarang sekali kambuh, kalaupun kambuh hanya ringan saja.

2. Penyakit gondok (Basedov). Lima tahun yang lalu pernah datang kepada dr. Liem seorang ibu yang menderita gondok (basedov), kelenjar thyroid sangat besar. Dokter Liem konsultasikan ke internis yang memberikan pengobatan dengan PTU (Propil thio uracil) dan neomercasol, tetapi sesudah 1 – 2 bulan pengobatan tumornya tetap besar/tidak mengecil. Kemudian ia disarankan untuk dioperasi, tetapi pasien menolak karena takut. Lalu ia makan bekatul untuk beberapa bulan, dan ternyata tumornya hilang total. Setelah kejadian ini (yang membuat dr. Liem heran pula), dr. Liem telah mengobati 2 – 3 pasien berpenyakit basedov (T3 – T4 tinggi) dengan bekatul dan PTU (obat murah), lambat laun tumornya makin kecil dan hilang.

3. Penyakit diabetes melitus (kencing manis). Salah satu kasus menimpa seorang insinyur. Ia datang dengan berat badan menurun drastis dan kadar gula darah 400 mg%. Dia sudah impoten dan hanya punya seorang anak. Dokter Liem obati langsung dengan Glibenclamid sehari 1 tablet ditambah bekatul 3 kali 1 sendok makan (satu sendok makan) disertai diet. Kadar gulanya berangsur-ansur turun dan impotensinya sembuh, bahkan memperoleh satu anak lagi. Sekarang dia hanya mengkonsumsi bekatul, tanpa obat-obatan lagi. Beberapa pasien, dr. Liem anjurkan mengganti beras giling dengan beras PK (masih penuh bekatul).

4. Para penderita penyakit jantung yang datang berobat, selalu dr. Liem anjurkan untuk menambahkan makanan bekatul di samping makan obat-obatan khusus jantung. Penambahan makan bekatul disarankan setelah penderita berkonsultasi dengan kardiolog yang mengobatinya. Ada beberapa kardiolog yang kaget atas khasiat bekatul setelah melihat EKG seorang pasien menjadi normal setelah makan bekatul antara 6 – 8 bulan.

5. Meningkatkan gairah seksual pada pria setelah mengkonsumsi bekatul selama 1 – 2 bulan. Menurut perkiraan dr. Liem, bekatul dapat meningkatkan kesuburan pada wanita. Liem telah mencobanya pada beberapa pasien yang sudah 3 – 4 tahun menikah yang belum dikaruniai anak. Setelah suami istri makan bekatul secara teratur 3 kali 1 sendok makan, ternyata si istri hamil.

6. Obesitas (kegemukan). Bekatul berkalori rendah dan berserat tinggi. Untuk mengurangi obesitas, makanlah bekatul 3 x 1 sendok makan munjung per hari. Pagi makan 3 sendok makan munjung, Anda akan merasa kenyang. Siang hari, makan nasi sedikit saja. Jika masih lapar makanlah buah-buahan dan sayur-mayur, boleh ditambah 2 sendok makan bekatul. Malam hari jangan makan nasi, makan saja buah-buahan atau 2 sendok makan bekatul.

7. Bila Anda menderita kista ovarium, sambil menunggu operasi dan mendapat obat dari dokter kandungan, boleh mencoba makan bekatul 3 x 1 sendok makan. //**