Gempa 7,6 SR telah meluluhlantakkan bumi Minang pada Rabu 30/09. Gedung2 pemerinytah, swasta, sekolah, pasar beserta ribuan rumah hancur lebur. Ratusan korban jiwa melayang hanya dalam tempo kurang dari 2 menit. Di tengah peristiwa dahsyat tersebut, nasib mujur menaungi Jody Maulana (14). Siswa kelas 2 SMP 25 Padang yg saat kejadian berada di lantai 2 gedung bimbel GAMA yg hancur lebur. Saat gempa terasa menggoyang gedung berlantai 3 tersebut, Jody bersama 10 temannya berhamburan menuju lantai 1, belum sampai turun tiba2 tangga di hadapannya runtuh, suasana pun gelap mencekam. Tanpa pikir panjang Jody diikuti teman2nya merayap mencari celah ke lantai 3 sambil menyisihkan puing yg berserakan, disekelilingnya jerit tangis puluhan rekannya yg tertimpa reruntuhan terus terdengar. Bertahan 15 menit di atap, Jody pun berhasil turun melalui reruntuhan tembok gedung. Sampai dibawah, puluhan orangtua terlihat menangis histeris melihat anak2nya terkubur di dalam reruntuhan. “Temen2 di lantai 1 dan lantai 2 banyak yang terkubur.

Padahal ada 6 kelas yang sedang belajar, 1 kelas rata-rata 15-20 orang” ucap pelajar yang mengaku rajin I’tikaf pada bulan puasa tersebut dengan sedih. “Subhanallah.., jika melihat reruntuhan gedung GAMA sulit membayangkan masih ada yagn biss selamat. Itulah kehendak Allah, meski setiap manusia pasti akan menjumpai kematian, namun jika Allah belum berkehendak, sedahsyat apapun bencana yg menimpa niscaya tidak akan membahayakan sedikitpun.