Nadzar Abdul Muthalib Jika Telah Selesai
Abdul Muthalib bernadzar karena Allah Azza Wajalla ketika diperintah menggali sumur zam zam. jika telah selesai menggali sumur zam zam dengan sempurna, dan dia mempunyai sepuluh anak laki-laki maka dia akan menyembelih salah satunya karena Allah Azza Wajalla. maka Allah menambah kemulyaannya dan kemulyaan anaknya, maka dilahirkan untuknya sepuluh anak laki-laki dari enam istri yaitu : 1) Al Harits, 2) Abdullah, 3) Abu tholib, 4) Az Zubair, 5) Al Abbas, 6) Dhiror, 7) Abu Lahab, 8) Al Ghoidaq, 9) Hamzah, 10) Al Muqowwam, ketika sempurna anak laki-lakinya yang berjumlah sepuluh, dan agung kemulyaannya. dia menggali sumur zam zam dan telah sempurna baginya air minumnya maka dia mengundi anak-anaknya, siapa yang harus disembelih, maka keluarlah dalam undian itu kepada Abdullah bin Abdul Muthalib, ayah Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wasallam.

Lantas berdirilah Abdul Muthalib untuk menyembelih Abdullah, putra kesayangannya, dan berdiri pula paman-paman dari pihak ibunya dari Bani Makhzum, dan pembesar-pembesar Quraisy lainnya serta orang-orang yang berpikiran cemerlang di antara mereka. mereka berkata,”Kamu jangan menyembelih putramu itu, karena jika kamu lakukan akan menjadi kebiasaan orang-orang Arab”, dan berdiri pula anak-anaknya bersama-sama orang Quraisy tentang itu. maka berkatalah orang-orang Quraisy kepada Abdul Muthalib,”Sesungguhnya di tanah Hijaz ada seorang dukun yang mempunyai pengikut jin, maka bertanyalah kamu kepadanya, maka kamu harus tetap di atas urusanmu. jika dukun itu menyuruhmu untuk menyembelihnya, maka sembelihlah. Dan jika dukun itu memberi jalan keluar lainnya, maka terimalah.”
Berangkatlah mereka kepada dukun Hijaz untuk menanyakannya, dan berceritalah Abdul Muthalib tentang nadzarnya. Berkatalah si dukun,”Pulanglah kalian pada hari ini sehingga datanglah padaku jin yang mengikuti aku, maka aku akan bertanya kepadanya.” Maka pulanglah mereka semuanya hingga hari esok. Kemudian mereka berpagi-pagian datang kepada si dukun, maka berkatalah dia,”Ya, telah datang padaku kabarnya. Berapakah denda di antara kalian?”
Mereka menjawab,”Sepuluh onta”

Berkatalah si dukun,”Pulanglah ke negaramu dan berkurbanlah sepuluh onta, buatlah panah undi nasib di atas onta dan di atas temanmu (Abdullah). Maka jika yang keluar itu onta, maka sembelihlah onta itu. Dan jika yang keluar undiannya itu temanmu, maka tambahlah sepuluh onta lagi kemudian buatlah panah undi nasib atas keduanya. Sehingga ridho Tuhan kalian, jika yang keluar itu onta, maka sembelihlah onta-onta itu. Maka sungguh telah ridho Tuhan kalian dan selamat teman kalian”

Maka pulanglah orang-orang Quraisy ke Mekkah, lantas Abdul Muthalib mengundi atas Abdullah dan atas sepuluh onta, ternyata undiannya yang keluar adalah Abdullah. Orang-orang Quraisy pun berkata,”Wahai Abdul Muthalib, tambahlah untuk untuk Tuhanmu hingga ridho”. Maka tidak henti-hentinya ditambah sepuluh onta, tetapi undian yang keluar tetap Abdullah.Orang-orang Quraisy pun berkata,”Tambahlah untuk Tuhanmu sampai Dia ridho”. maka Abdul Muthalib terus melakukannya sampai seratus onta. Maka keluarlah undian itu atas seratus onta.Berkata orang-orang Quraisy atas Abdul Muthalib,”Sembelihlah! sesungguhnya Tuhanmu telah ridho.”

Dia berkata,”Kalau begitu aku tidak adil kepada tuhanku sampai keluar undian tiga kali”. Maka Abdul Muthalib mengundi lagi atas Abdullah dan atas seratus onta, maka tiap-tiap diulang, ternyata yang keluar adalah onta. Ketika undian tiga kali berturut-turut keluar seratus onta, maka Abdul Muthalib menyembelih onta-onta itu di dalam jurang-jurang, di lereng-lereng, dan di puncak-puncak gunung. Tidak dihalangi daripadanya manusia, burung dan binatang-binatang buas. Maka tertarik orang-orang desa di sekitar Mekkah untuk mengambil daging-daging diyat, dan binatang-binatang pun saling berebut sisa-sisa yang masih tertinggal, sedangkan Abdul Muthalib dan anak-anaknya tidak seorang pun yang ikut memakan onta-onta yang disembelihnya sebagai diyat, dan sejak saat itulah berlaku bahwa diyat itu seratus onta. Kemudian datang Islam menetapkan bahwa diyat adalah seratus onta.

Ketika Abdul Muthalib pulang menuju rumahnya, dia bertemu dengan Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab yang sedang duduk di Masjidil Harom. Wahb adalah seorang bangsawan Quraisy yang paling mulia di kota Mekkah waktu itu. Maka (terjadilah kesepakatan) Wahb menikahkan putrinya yang bernama Aminah dengan Abdullah bin Abdul Muthalib, ayah dari Rosulillah Sholallohu ‘alaihi Wasallam.

Di dalam riwayat lain secara ringkas diriwayatkan oleh Al Azroqi: Sehingga memungkinkan bagi Abdul Muthalib untuk menggali sumur zam zam dan sangat berat sakitnya (dalam mengerjakannya). Maka Abdul Muthalib bernadzar jika Allah memberi anak laki-laki kepadanya sepuluh orang, maka salah satunya akan disembelih. Kemudian Abdul Muthalib menikah dengan beberapa perempuan lantas dilahirkan baginya sepuluh anak laki-laki. Ketika diadakan undian maka keluarlah undiannya kepada Abdullah bin Abdul Muthalib, anak yang paling disayanginya. Maka berdoalah dia,”Ya Allah, apakah dia yang lebih Engkau senangi ataukah seratus onta?”. Kemudian Abdul Muthalib mengundi lagi antara Abdullah dan seratus onta, maka keluarlah undian atas seratus onta. Oleh sebab itu, maka Abdul Muthalib menyembelih seratus onta sebagai diyat.

Demikianlah apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidaklah akan terjadi. Allah Ta’ala telah memelihara ayah Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wasallam dari penyembelihan dan ditebus dengan seratus onta. Supaya menjadi kenyataan kehendak Allah yang akan menjadikan Abdullah bin Abdul Muthalib menjadi perantara lahirnya seorang Nabi yang mulia yaitu Nabi Muhammad Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wasallam, yang menjadi penghulu dunia dan menjadi rohmat bagi segenap alam.

Keistimewaan dan Kebarokahannya
Sesungguhnya air zamzam itu mempunyai keutamaan yang banyak dan menjadi salah satu tanda kebesaran Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang ada di sekitar Ka’bah. Ia telah menunjukkan kebaikan-kebaikan dan kebarokahannya yang banyak bagi para peminumnya. Di bawah ini akan kami jelaskan keutamaan-keutamaannya, antara lain :

1. Air zamzam sebagai sebab ramainya dan hidupnya kota Makkah al Mukarromah
Sesungguhnya sebagian dari keutamaan-keutamaan dan kebarokahan air zamzam ialah karena Alloh telah menjadikan air yang penuh barokah ini menjadi sebab utama ramainya kota Makkah yang dihuni oleh banyak orang. Kehidupan bermasyarakat berkembang, dan Baitul Harom menjadi pusat kegiatan beribadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sebelumnya Makkah dikenal sebagai kawasan yang tidak ada air dan tidak ada seorang pun yang bertempat tinggal di dalamnya. Tapi setelah Alloh menempatkan Nabi Ismail ‘Alaihissalam dan mengeluarkan air zamzam di Makkah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup ibunya, Hajar ‘Alaihimassalam, maka berbondong-bondong kaum Jurhum yang berasal dari Negara Yaman, berdatangan untuk bertempat tinggal di Makkah setelah mereka minta izin kepada Siti Hajar ‘Alaihassalam. Bahkan Nabi Ismail ketika dewasa memperistri salah satu dari keturunan mereka.

2. Air zamzam termasuk dari tanda-tanda kebesaran Alloh yang ada di kota Makkah
Alloh telah berfirman :

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitulloh yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) Maqom Ibrohim, barang siapa yang memasukinya (Baitulloh itu) menjadi amanlah dia”.
[Ali Imron : 96-97]
Al Imam al Faqih al Muhaddits Muhammad bin Umar menjelaskan tanda-tanda kebesaran Alloh yang nyata di dalamnya “fiiihi ayaatun bayyinaatun” ialah : Hajar Aswad, Hatim (Hijr Ismail)memancarnya air zamzam dengan hentakan tumit Malaikat Jibril ‘Alaihissalam, dan meminumnya adalah sebagai obat segala penyakit serta sebagai pengganti makanan bagi tubuh. Begitu pula al Imam al Qurthubi di dalam kitabnya Al Jami’ li ahkamil qur’an juz 4 halaman 90, telah menghitung bahwa termasuk pengertian “fiiihi ayaatun bayyinaatun” Adalah air zamzam :

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Alloh pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Alloh telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir”. [Al Hajj : 27-28]

Termasuk nikmat-nikmat Alloh yang agung dan manfaatnya telah disaksikan oleh para jama’ah haji dan umroh adalah air zamzam. Karena menurut pengalaman mereka, setelah mereka meminum air zamzam sekenyang-kenyangnya dan berdo’a sesuai dengan keperluan mereka, maka ternyata do’a mereka maqbul.

Di antara mereka banyak yang telah menderita sakit parah, yang dokter sendiri tidak sanggup lagi untuk mengobatinya, tetapi setelah mereka minum air zamzam dan berdo’a, mereka sembuh berkat izin Alloh, dan ada pula yang mendapatkan cobaan berat setelah minum air zamzam dan berdo’a, mereka diberi ‘afiyah oleh Alloh, diberi jalan keluar oleh Alloh dan terlepas dari cobaan berat tersebut./*

kesaksian dari orang – orang yang telah sembuh dari penyakitnya disebabkan minum air zam zam.

1. Sembuh dari tersangkut jarum di leher
Imam Al Fakihi telah menceritakan didalam kitab Akhbaru Makkah : telah menceritakan kepadaku Ahmad bin Muhammad bin Hamzah bin Washil dari bapaknya atau orang lain dari penduduk Makkah. Sesungguhnya bapaknya itu melihat seorang laki laki di Masjidil Harom didekat Babu Shofa yang dikerumuni orang banyak, bapakku berkata : aku mendekat dari padanya, ketika itu aku melihat seorang laki – laki mulutnya dimasuki sepotong kayu , maka aku berkata kenapa orang ini ? mereka berkata orang ini makan bubur sawiq ( bubur yang terbuat dari tepung gandum ) didalam tepung sawiq itu ada sebuah jarum yang ikut termakan dan tertelan didalam lehernya, sehingga dia tidak bisa menutup mulutnya, saking sakitnya orang itu seperti sedang sekarat, bapakku berkata : maka datanglah seseorang dan memberitahukan kepadanya, pergilah kamu kesumur zam zam minumlah air zam zam sepuas-puasnya, perbaharuilah niatnya, dan mohonlah kesembuhan pada Allah. Bapakku berkata : orang itu masuk kesumur zam zam dan minum air zam zam sepuas-puasnya kemudian dia kembali ketempat dia berbaring dan aku pergi untuk mengurusi keperluan ku, bapakku berkata, “Selang beberapa hari akupun bertemu kembali dengan orang tersebut dalam keadaan sehat dan segar bugar, maka aku bertanya kepadanya : bagaimana keadaanmu? Maka diapun menjawab : aku telah meminum air zam zam sepuas puasnya kemudian aku keluar untuk kembali ketempat aku berbaring sehingga aku sampai kesuatu tiang masjid aku sandarkan punggungku ketiang tersebut lantas aku tertidur nyenyak sekali ketika aku bangun dari tidurku maka aku tidak merasakan lagi adanya jarum yang menyangkut dileherku”.

2. Imam Ahmad bin Hambal berobat dengan air zamzam
Abdullah bin Ahmad telah menceritakan bahwa dia melihat Imam Ahmad bin Hambal yang wafat tahun 241 H, meminum air zam zam dan berobat dengan air zam zam serta mengusapkan air zam zam ke wajahnya dan kedua tangannya.

3. Berhasil sembuh dari penyakit lumpuh
Az zamzami telah menyebutkan didalam kitab Nasyril Aasiy, dia berkata : telah berkata Ibnu Qutaibah barang kali dia adalah Abdullah bin Muslim Ad Diinawari seorang imam yang masyur yang wafat pada tahun 276 H, atau anaknya yaitu Ahmad bin Abdillah yang wafat 322 H mudah mudahan keduanya mendapat rohmat dari Allah.
Aku melaksanakan ibadah haji bersama rombongan, didalamnya ada seorang yang lumpuh, maka tiba-tiba aku melihatnya sedang towaf di Baitullah dalam keadaan selamat dari penyakit lumpuh, maka aku bertanya kepadanya bagaimana penyakitmu bisa sembuh? Dia menjawab : aku telah datang kesumur zam zam maka aku megambil air zam zam dari sumur lantas aku mencairkan tintaku dengan air zam zam dan aku menulis didalam bejana air :

“ Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS : Al-Hasyr 22 – 24)

“ Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian. “ (QS : Al-Isro’ 82)

Dan aku berkata ya Allah sesungguhnya nabimu Muhammad telah bersabda :

dan Al Qur’an adalah firmanMu, maka sembuhkanlah aku dengan afiyah-Mu. Dan aku mencairkannya dengan air zam zam dan meminumnya lantas akupun telah disembuhkan dan dibersihkan dari penyakit lumpuh, dengan izin Allah Ta’ala tanpa berobat dengan obat yang lain, maka segala puji bagi Allah atas kesembuhan yang telah diberikan padaku.

4. Imam Ibnul Qoyyim berobat dengan air zamzam

Al Imam Ibnul Qoyyim Muhammad bin Abi Bakr yang wafat tahun 751 H , telah berkata : sesungguhnya aku dan orang orang lainnya telah mencoba berobat dengan air zam zam dari bermacam- macam penyakit maka aku telah sembuh dengan izin Allah .Dan pada suatu saat aku telah menderita sakit cukup lama di Makkah, aku kehilangan dokter dan obat, maka aku berobat dengan meminum air zam zam dengan mengucapkan :

Prakteknya aku mengambil air zam zam secukupnya dan aku membaca ayat :

“Iyyaka na’budu waiyyaka nasta’iinn..”

berkali kali didalamnya, kemudian aku meminumnya maka aku menemui kesembuhan yang sempurna. Kemudian aku semakin yakin untuk berobat dengan air zam zam dari berbagai macam penyakit maka aku telah bisa merasakan manfaat berobat dengan air zam zam tersebut .

5. Al Imam Zainuddin al-Iroqi
Al Imam Taqiyuddin Al Fasiy telah menyebutkan dalam kitab Syifaul Ghorom juz 1 shohifah 255 dari syaikhnya yaitu Al Hafidz Zainudinn Al-Iroqi Abdur Rohim Al Husein yang wafat tahun 806 H mudah mudahan Allah memberi rohmat kepadanya sesungguhnya dia telah meminum air zam zam untuk beberapa perkara termasuk untuk mengobati penyakit tertentu didalam perutnya maka Allah memberikan kesembuhan tanpa meminum obat lainnya.

6. Sembuh dari penyakit buta
Al Imam Taqiyuddin Al Fasiy yang wafat tahun 832 H, menyebutkan sesengguhnya Ahmad bin Abdillah Asyarifi pelayan dimasjidil Harom Makkah, telah meminum air zam zam untuk mengobati penyakit buta yang dideritanya, maka Allah memberikan kesembuhan kepadanya. Begitulah berdasarkan cerita tentang dia dari syaikh Taqiyuddin Abdurrohman bin Abil Khair Al-Fasiy rohimahumullahu Ta’ala,

7. SEMBUH DARI SAKIT MATA
Az Zamzamy berkata dalam “ Nasyril As”. Al Hafidz Jaarulloh bin Fahd – Muhammad bin Abdul Aziz bin Umar yang meninggal tahun 954 Hijriyah dia telah menukil di dalam kitabnya “Ni’matur Rohman Fima Yu’inu ‘Ala Hifdzil Qur’an” dari kakeknya yaitu Syaikh Najmudin bin Fahd – Umar bin Muhammad seorang ahli sejarah pemilik kitab”ithaful Waro bi Akhbari Umil Quro “ yang meninggal tahun 885 H dia berkata “ Aku mendengar orang tuaku bercerita bahwa dia menderita sakit mata di kota Makkah sehingga tidak bisa melihat apa-apa, dan dia selalu membutuhkan seorang penuntun dalam waktu-waktu tertentu. Dia berkata: aku meminum air zamzam dengan niat untuk berobat karena mengamalkan hadits Nabi dan karena membenarkan terhadap hadits Nabi tersebut.Aku masukkan air zamzam ke dalam dua mataku maka sembuhlah kedua mataku dengan cepat. Dia berkata: para dokter melarang memasukkan air ke dalam mata dan mereka menganggap sebab kebutaan mataku adalah karena kemasukan air, tapi kenyataannya dengan memasukkan air zamzam ke dalam mata yang sakit itu Alloh menyembuhkannya..

Jaarulloh Muhammad bin Abdul Aziz juga menceritakan tentang dirinya: Sungguh telah terjadi didalam diriku pada tahun 910 Hijriah. Aku menderita penyakit mata yang disebut penyakit Hathoth yaitu adanya benjolan kecil di dalam pelupuk mata yang menghalang-halangiku dari membaca kitab dan menghalangiku berjalan kaki di waktu malam pada hari-hari haji di Masjidil Harom, maka aku sholat Shubuh di tempat Thowaf dan aku masuk ke sumur zamzam meminum airnya dan menyelamkan kepalaku di tengah tengah air zamzam dengan menghadap ke Hajar Aswad dan aku membuka mataku di dalamnya, serta aku berdoa kepada Alloh agar menyembuhkannya. Aku sendiri telah hilang semangat untuk sembuh, maka pada tahun itu juga Alloh menyembuhkan penyakitku.

8. SEMBUH DARI PENYAKIT PERUT (MUNTAH-MUNTAH) SETELAH MINUM AIR ZAMZAM

Al Imam Taqiyuddin Al Fasi yang meninggal tahun 832 Hiijriah telah menyebutkan bahwa sesungguhnya Al Faqih Al ‘Allamah Al Mudaris Al Mufti Abu Bakar bin Umar bin Mansur Al Asbahi yang dikenal dengan Asy Syaniny salah seorang Ulama yang terkenal di Negara Yaman telah meminum air zamzam dengan niat untuk berobat dari penyakit muntah-muntah berat yang menimpanya di kota Makkah, maka Alloh menyembuhkannya setelah minum air zamzam. Dia berkata : begitulah yang telah di ceritakan oleh putra laki-lakinya kepadaku Al Faqih As Sholih Afifudin Abdulloh di Makkah. Dia bercerita: ketika bapak saya muntah-muntah berat, bapak saya keluar untuk berobat pada seorang dokter di Makkah, maka dokter tidak sanggup mengobatinya, dia pun patah semangat.Tiba-tiba Alloh memberi ilham untuk meminum air zamzam, karena adanya Hadist Nabi yang menerangkan tentang kefadholan air zamzam.

Berangkatlah dia menuju sumur zamzam kemudian menimba air zamzam dan meminumnya sampai kenyang. Setelah minum sepuas-puasnya tiba-tiba terasa ada sesuatu yang putus di dalam perutnya. Lalu dia cepat-cepat menuju ke sebuah parit untuk buang air besar, dia berbuat begitu karena kuatir beraknya tercecer di masjid, maka keluarlah kotoran itu banyak sekali. Kemudian dia kembali lagi ke sumur zamzam dan meminum air zamzam setelah itu Alloh memberi kesembuhan. Dia bercerita pada suatu hari ketika dia sedang mencuci bajunya di sebuah parit dan menginjak – injak baju dengan kakinya, tiba-tiba datanglah dokter yang menolak dia berobat kepadanya dan dia bertanya : Apakah kamu yang sakit berat beberapa hari yang lalu?, dia menjawab: Ya. Dokter bertanya : Minum obat apa kamu?,dia menjawab : saya berobat dengan air zamzam ,dokter berkata : Alloh yang maha bijak sana lagi maha tinggi telah memberikan kasih sayangnya kepadamu, dokter berkata : ketika aku melihat kamu pada waktu sakitnya aku menganggap umurmu tidak sampai tiga hari.

9. SEMBUH DARI PENYAKIT GAGU (TIDAK BISA BICARA) SETELAH MINUM AIR ZAMZAM

Pemilik kitab “Al Jauharil Munadhom” yang meninggal tahun 1165 Hijriah, telah menyebutkan bahwa sesungguhnya temannya yang bernama Syaikh Abdur Rohman bin Muslihudin Rohimahulloh telah berkata kepadaku : “ketika aku masih kecil aku belajar membaca Al Qur’an kepada seorang laki-laki yang bentuk badannya menakutkan, pada suatu hari sulit bagiku menghafalkan jatah setoranku, maka ketika dia menjumpaiku belum hafal, maka dia melihat kepadaku dengan lirikan matanya dan dia berkata kasar kepadaku tanpa memukul kepadaku saking takutnya kepadanya mulutku terkunci tidak bisa bicara dan tidak bisa berdiri, terus-menerus aku ditatapnya keringatku bercucuran membasahi alas dudukku. Ketika orang tuaku mendengar kejadian yang menimpa kepadaku tidak henti-hentinya beliau mengirim dokter untuk mengobatiku tetapi para dokter mengatakan penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Kemudian orang tuaku memberi minum air zamzam kepadaku dengan niat untuk mengobati penyakit yang ada pada diriku, maka berangsur-angsur aku mulai bisa bicara sehingga terlepas semua yang mengikat lisanku, semakin hari semakin baik kondisi penyakitku dan dengan pertolongan Allah yang Maha Murah sembuhlah aku dengan sempurna.

10.IMAM ASYA’RONI SEMBUH DARI PENYAKIT TUMOR YANG ADA DI DALAM PERUTNYA SETELAH MINUM AIR ZAMZAM
Al Imam Abdul Wahhab Assya’roni yang meninggal pada tahun 973 Hijriah telah berkata : ketika aku melaksanakan ibadah haji tahun 947 Hijriah dalam rongga perutku terdapat penyakit tumor sebesar buah semangka, orang-orang bijak di Mesir bersepakat untuk mengeluarkan penyakit di dalam perutku dengan cara dioperasi. Setelah selesai thowaf wada’ maka Allah Ta’alaa memberi ilham kepadaku untuk meminum air zamzam dengan niat berobat, setelah aku meminumnya perutku terasa panas dan pecahlah tumor yang ada didalamnya serta keluarlah potongan-potongan daging hitam sehingga memenuhi bak, ini adalah kejadian luar biasa diluar kemampuan para dokter.

11. AS SYAIKH ABDUR ROSYID IBROHIM AL TATAARY TELAH SEMBUH DARI BERMACAM-MACAM PENYAKIT SETELAH MINUM AIR ZAMZAM
Sesungguhnya Syaikh Abdur Rosyid Ibrohim AL Tataary Rohimahulloh .Salah seorang ulama’ islam pada masa pemerintahan Al Ustmany yang meninggal pada tahun 1364 Hijriah telah melakukan perjalanan yang jauh antara tahun 1907-1910 Masehi, antara lain ke China, Jepang, Korea, India, Asia Tenggara, Hijaz dan Negara Syam dan dia mencatat perjalanannya di dalam kitab “AL ‘ALAMIL ISLAMI” dengan bahasa Turki. ketika dia lewat di Makkah Al Mukarromah dia minum air zamzam dan dia berkata: “Keampuhan air zamzam untuk apa dia diminum itu sudah pasti dan tidak ada keraguan sama sekali di dalamnya. Tetapi dengan syarat niat yang ikhlash dan keyakinan yang mantap. Aku telah mencoba minum air zamzam untuk mengobati bermacam-macam penyakit khususnya penyakit kandung kemih, beberapa penyakit dalam dan beberapa macam penyakit mata dan semuanya terbukti keampuannya.

12.SEMBUH DARI PENYAKIT KENCING TERUS MENERUS SETELAH MINUM AIR ZAMZAM

Doktor Syaikh Mohammad Mudhohar Baqo Rohimahulloh telah bercerita : Ketika dia melaksanakan ibadah haji tahun1390 Hijiriah dia menderita sakit kencing terus menerus. Maka setelah towaf dan sholat dia meminum air zamzam dengan niat untuk berobat, dia berdo’a kepada Allah agar Allah memberikan kemuliaan kepadanya dengan bisa menjalankan sholat dan ibadah dalam keadaan suci dan mohon Allah memberikan kesembuhan dari penyakit yang menyebabkan najis terus, maka Allah memuliakan padanya dengan sembuh total setelah meminum air zamzam.

Demikianlah beberapa kesaksian orang – orang yang telah sembuh dari bermacam -macam penyakit setelah meminum air zamzam . Al Imam Al Qozwaini yang wafat pada tahun 682 Hijriah telah berkata : “ Air zamzam itu sangat baik untuk segala macam penyakit yang berbeda – beda “. Orang banyak telah berkata:”Seandainya orang – orang yang telah sembuh dari penyakitnya setelah berobat ke dokter dikumpulkan jadi satu maka tidak ada separuhnya dibandingkan orang – orang yang telah sembuh setelah minum air zamzam.
[Oleh: KH Kasmudi Assidiqi]
(htpp//nuansaonline.net)