Lembaga Dakwah Islam Indonesia mendukung Aceh kembali menjadi pusat pendidikan Islam dunia, sehingga menjadi rujukan para ilmuwan dan cendikiawan muslim menuntut ilmu di daerah tersebut.

“Bila melihat perkembangan Islam Indonesia pada abad-16, maka Aceh menjadi barometer, sehingga sudah saatnya sejarah ini agar dihidupkan lagi,” kata Ketua Umum DPP LDII, KH Abdullah Syam, di Banda Aceh, Rabu.
Abdullah Syam menyatakan hal itu menanggapi harapan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar agar Aceh kembali menjadi pusat peradaban dunia, dimana para ilmuwan dan cendikiawan dari manca negara datang ke sini untuk melakukan penelitian, studi dan pengembangan ilmu, khususnya agama Islam.

Harapan itu disampaikan pada acara Haul ke-21 pimpinan Dayah Mudi Mesra Masjid Raya, Tgk Abdul Aziz yang meninggal dunia pada 1989 di Samalanga, Kabupaten Bireuen, sekitar 175 km arah timur Banda Aceh.

Ketua Umum Abdullah Syam bersama pengurus LDII lainnya, yakni Sudarsono, Rioberto Sidahuruk dan H. Haryanto juga diundang menghadiri acara tersebut yang dihadiri Meneg BUMN Mustafa Abubakar.
Abdullah Syam menilai, perkembangan dayah (pondok pesantren), seperti MUDI Mesra sangat pesat, sehingga Aceh berpotensi menjadi pusat Islam dunia. Apalagi, lanjutnya, kebudayaan masyarakat di daerah ini sangat kental dengan agama, sehingga bisa diterima di semua kalangan, termasuk pemerintahan.

Hanya saja perkembangan agama agar disesuaikan dinamika terkini, dengan memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi, yang tidak mengurangi nilai-nilai spritual, katanya.

“Kalau ini bisa dilakukan, maka dayah-dayah di Aceh sudah bertaraf internasional,” katanya. Untuk itu, ia berharap tokoh ulama dan pemerintah setempat terus meningkatkan ukhuwah Islamiah, sehingga harapan Wagub Muhammad Nazar untuk mengembalikan Aceh sebagai pusat peradaban Islam dunia bisa terwujud.

LDII sebagai salah satu ormas Islam, siap membantu dan bekerja sama dengan dayah-dayah di Aceh untuk saling menukar ilmu agama. Abdullah Syam menyatakan, LDII sudah melakukan kerja sama dengan Dayah Ulumuddin Lhokseumawe, pimpinan Tgk, Syech Sama`un dalam hal membantu ilmu Qira`atussab`ah (tujuh bacaan Alquran) sejak 2007. [http://www.lebihcepat.com]

Sumber :http://blogldii.wordpress.com