Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 25 Juli mendatang, di Jakarta Convention Center (JCC). Ketua Umum MUI Sahal Mahfudh mengatakan hal ini dalam keterangan pers, usai diterima Presiden, di Kantor Presiden, Senin (19/7) sore.

“Alhamdulilah, beliau bersedia,” kata Sahal Mahfudh kepada wartawan.
Munas MUI tersebut mengambil tema besar `Meningkatkan Peran Ulama dalam Perbaikan Akhlak Bangsa dan Pemberdayaan Ekonomi Umat`. Selain menyelenggarakan Munas, MUI juga memiliki kegiatan, antara lain, pameran halal internasional dan pertemuan lembaga sertifikasi halal seluruh dunia di Jakarta pada 23 Juli. MUI juga akan mengadakan pagelaran kebudayaan komunitas Asosiasi Muslim Cina bersama komunitas muslim Indonesia.

Menurut Sekum MUI Ichwan Sam, dalam pertemuan yang berlangsung 30 menit itu, Presiden SBY memberikan arahan tentang tiga hal. Pertama, Presiden memberi perhatian terkait tragedi video mesum. Presiden, ujar Ichwan Sam, merasa malu, sedih. “Untuk itu Presiden meminta kepada MUI supaya memperoleh perhatian dari ulama dan keluarga muslim. Kepada Kepolisan dan Jaksa Agung, untuk bisa melakukan langkah-langkah sesuai dengan ketentuan hukum, dan jangan ragu-ragu,” Ichwan Sam menambahkan.

Kedua, Presiden menyambut baik fatwa MUI berkaitan dengan label halal beberapa produk obat Meningitis. “Meskipun fatwa ini belum diumumkan oleh MUI tetapi Presiden sudah memperoleh bocorannya. Seperti diketahui, dua hari yang lalu, MUI telah memutuskan bahwa vaksin Meningitis yang digunakan jamaah haji yang selama ini haram,” Icwan menjelaskan. Produk vaksin maningitis dinyatakan halal dan telah melalui penelitian yang baik adalah produksi Novarnis dari Italia dan Tian Yuan dari RRT. MUI sendiri akan mengumumkan hasil penelitian secara lebih detail dalam dua hari ke depan.

“Yang ketiga, Presiden juga menyinggung tentang perlunya Indonesia meningkatkan kerjasama, khususnya para ulama Indonesia dengan ulama negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam, khususnya dengan Turki,” kata Ichwan.

Ketua Panitia Pengarah Munas ke-8 MUI, Makruf Amin menjelaskan, selain akan dibuka Presiden SBY dan ditutup Wapres Boediono, tiga menteri juga akan memberikan arahan. Mereka adalah Menko Perekonomian Hatta Rajasa tentang masalah pemberdyaan ekonomi umat, Mendagri Gamawan Fauzi tentang reformasi birokrasi dan pembinaan akhlak aparat, dan Menag Suryadharma Ali tentang pembinaan akhlak secara umum.

Menurut Ma’ruf, Presiden SBY juga meminta agar Munas MUI membahas masalah freedom, democratic value, dan human right. Ketiganya hendaknya tidak menghilangkan atau menafikan agama dan moral. “Insya Allah ini akan menjadi agenda Munas MUI,” kata Ma’ruf Amin, yang juga angota Dewan Pertimbangan Presiden.(http//www.mui.or.id)