Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), masih sangat terngiang kata-kata Bung Karno yang mempunyai arti sangat dalam ini. Mengandung jiwa pejuang yang tanpa menyerah begitu saja terhadap keadaan yang menimpanya. Penuh percaya diri untuk bisa bangkit dari ketidakberdayaan menolong diri sendiri tidak tergantung dengan orang lain ataupun pemberian orang lain. Dan ternyata bangsa Indonesia menjadi bangsa yang disegani di kancah dunia pada saat itu.

Semangat seperti ini tentunya harus dipegang teguh oleh generasi muda berikutnya. Apalagi dalam ajaran Islam sangat jelas sekali untuk dapat bangkit memperbaiki dirinya. Jangan menggantungkan diri dengan orang lain. Harus berdikari. Jangan sampai menjadi generasi pengemis, coba simak keterangan di bawah ini semoga menjadi amunisi untuk berbuat lebih percaya diri dalam berusaha.

حدثنا علي بن محمد وعمرو بن عبد الله الأودي . قالا حدثنا وكيع . عن هشام بن عروة عن أبيه عن جده قال
: – قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( لأن يأخذ أحدكم أحبله فيأتي الجبل فيجئ بحزمة حطب على ظهره فيبيعها فيستغنى بثمنها خير له من أن يسأل الناس . أعطوه أومنعوه )

Menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad dan Amr bin Abdillah Al Audiy. Berkata keduanya menceritakan kepada kami Waki’ dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari kakeknya berkata, berkata Rosululloh Shollallohu a’alaihi wasallam:”Niscaya seandainya salah satu kalian mendaki gunung dengan membawa tali kemudian kembali dengan membawa seikat kayu di atas punggungnya lalu menjualnya dan merasa cukup dengan harganya lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia lainnya”. (HR Ibnu Majah)

حدثنا علي بن محمد . حدثنا وكيع عن ابن أبي ذئب عن محمد بن قيس عن عبد الرحمن بن يزيد عن ثوبان قال
: – قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( ومن يتقبل لي بواحدة أتقبل له بالجنة ؟ ) . قلت أنا . قال ( لا تسأل الناس شيئا )
قال فكان ثوبان يقع سوطه وهو راكب فلا يقول لأحد ناولنيه . حتى ينزل فيأخذه

Menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad. Menceritkan kepada kami Waki’ dari Ibnu Abi Dzi’bin dari Muhammad bin Qois dari Abdirrohman bin Yazid dari Tsauban berkata, Bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam : “Dan siapakan yang mau menanggung kepadaku (untuk menjaganya) dengan satu perkara, maka aku akan menanggung untuknya syurga? Berkata aku Tsauban : Saya. Berkata Nabi : “Engkau jangan meminta-minta sesuatu kepada manusia” . Berkata Abdirrohman, maka ada bagi Tsauban cemeti (cambuk) jatuh sedangkan dia di atas kendaraan maka dia tidak berkata kepada orang lain: “Tolong ambilkanlah cambuk saya”, sehingga dia akan turun untuk mengambil sendiri. (HR Ibnu Majah)

حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة . حدثنا محمد بن فضيل عن عمارة بن القعقاع عن أبي زرعة عن أبي هريرة قال
: – قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( من سأل الناس أمالهم تكثرا فإنما يسأل جمر جهنم . فليستقل منه أو ليكث
ر )

Bercerita kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah. Menceritakan kepada Kami Muhammad bin Fudhail dari Umaroh bin Qo’qo’ dari Abi Zur’ah dari Abi Hurairoh berkata, Bersabda Rosululloh shollallohu alaihi wasallam :”Barang siapa yang meminta-minta kepada manusia untuk memperkaya diri (sebenarnya dia mampu dan punya) sesungguhnya dia sama saja meminta pada bara api neraka jahannam. Maka silahkan dia meminta sedikit atau mau meminta banyak. (kalimat penglulu) (HR Ibnu Majah)