Warga LDII OKU Timur melaksanakan Idul Adha pada Rabu tanggal 17 Nopember 2010. Penetapan hari dan tanggal idul adha maupun idul fitri, warga LDII selalu mengikuti dan berpedoman sidang itsbat yang dilaksanakan oleh pemerintah dan lembaga terkait. Sehingga setiap penetapan di LDII tidak akan berselisih dengan hasil penetapan dari pemerintah. Memang ada beberapa yang merayakan idul adha tahun ini lebih awal dari tanggal yang telah ditetapkan pemerintah, tetapi itu tidak menjadikan suatu persoalan di masyarakat. Semua menghargainya, yang terpenting adalah makna yang terkandung dan nilai-nilai yang harus dilaksanakan dan dicapai dalam idul Adha (hari raya qurban).

Hari raya qurban merupakan salah satu hari raya yang telah dituntunkan oleh sunah Nabi Muhammad SAW sebagai penguatan terhadap ajaran kesungguhan Nabi Ibrahim alaihissalam. Yaitu menunjukkan tentang ketaatan dan ketakwaan Nabi Ibrahim. Sebagai ujian dari Alloh yaitu untuk menjalankan perintah berkurban, dengan menyembelih anaknya, Ismail alaihissalam. Dan Nabi Ibrahim dengan penuh keteguhan melaksanakan perintah Alloh tersebut. Nabi Ismail sebagai seorang anak yang takwa juga dengan tegar menguatkan perintah Alloh yang ditujukan kepada Bapaknya. Dan pada akhirnya karena ketaatan dan keteguhannya, Alloh mengganti qurban itu dengan seekor domba untuk disembelih.

Dalam Al Qur’an diterangkan

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3

Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu telaga kautsar, Maka dirikanlah sholat dan berkurbanlah, Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang-orang yang putus (amal baiknya)” (Surat Al Kautsar ayat 1-3)

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107)

“Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai pada umur pra remaja, Ibrahim berkata, “Hai anakku sesunguhnya aku melihat dalam mimpiku aku menyembelih kamu maka coba bagaimana pendapatmu?”, Maka ia menjawab, “Hai bapakku kerjakanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu, insya Alloh kamu akan mendapatiku orang-orang yang sabar. Ketika keduanya (Nabi Ibrahim dan Ismail) telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, Dan Kami panggilah dia, “Hai Ibrahim”, Sesungguhnya kamu telah memebenarkan mimpi itu, demikian itulah kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata, Dan kami ganti anak itu dengan sembelihan yang besar” (As Shoffat ayat 102-107)

Pada zaman Rosululloh SAW, ibadah menyembelih hewan qurban ini mendapatkan tempat yang istimewa. Setiap tahun setiap tanggal 10 Zulhijah, umat Islam mengadakan perayaan idul adha (qurban). Hewan yang dikurbankan harus yang sempurna, baik fisik maupun sempurna umurnya. Ibadah menyembelih kurban akan menjadi tameng dari siksa api neraka. Dagingnya untuk shodaqoh bagi saudara-saudara yang membutuhkannya. Jadi pada dasarnya menyembelih hewan kurban banyak manfaat dan kebaikan yang akan diperoleh, baik untuk kebaikan di akherat ataupun untuk rasa sosial terhadap sesama.

WARGA LDII OKU TIMUR SEMBELIH HEWAN QURBAN 58 EKOR SAPI DAN 139 EKOR KAMBING

Pada Idul Adha tahun 1431 Hijriah ini, warga LDII OKU Timur melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak 58 ekor sapi dan 139 ekor kambing. Hewan-hewan qurban ini disembelih di tempat kegiatan masing-masing warga LDII yang tersebar di 13 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada dalam wilayah kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.Adapun masjid tempat kegiatan ini lebih kurang berjumlah 40 masjid dan musholla. Pelaksanaan qurban berjalan dengan tertib dan aman, mulai dari persiapan oleh panitia sampai pembagian daging hewan qurban tidak ditemukan kendala yang yang berarti. Bahkan selain warga LDII pun banyak yang ikut membantu dan mendukung dalam pelaksanaan kegiatan qurban ini. Daging-daging hewan qurban dibagikan kepada warga masyarakat sekitar tempat kegiatan warga LDII dan kepada masyarakat yang membutuhkan.Dibandingkan tahun lalu jumlah hewan qurban sapi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun lalu warga LDII OKU Timur qurban 46 ekor sapi, jadi ada suatu peningkatan sebanyak 12 ekor sapi. Sedangkan untuk hewan qurban kambing mengalami penurunan jumlah, pada tahun lalu untuk kambing sebanyak 180 ekor. Hal ini disebabkan antara lain hewan sapi lebih mudah dalam penyediaannya dan lebih mudah dalam proses peramutannya.Tetapi hal ini tidak mengurangi makna dan maksud dari pelaksanaan qurban. Semoga pada tahun-tahun mendatang akan mengalami peningkatan dalam jumlah hewan qurban dan peningkatan dalam segi kualitas qurban itu sendiri, sebagai wujud berbagi kepada sesama. Amien