ustadz Abdul Aziz Ridwan, salah satu anggota Majelis Taujih Wal Irsyad LDII

Jakarta – Kamis, (19 Juli 2012) DPP LDII yang diwakili oleh salah satu anggota Majelis Taujih Wal Irsyad LDII, ustadz Abdul Aziz Ridwan, memenuhi undangan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menghadiri sidang isbat yang menentukan awal Ramadhan tahun 2012/1433 H. Sebagaimana diketahui, mayoritas hadirin sidang isbat kali ini menyetujui, dan sekaligus diputuskan oleh pemerintah Republik Indonesia bahwa 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada Sabtu, 21 Juli 2012.

Waktu sidang isbat kali ini tidak sepanjang tahun lalu. Meski demikian, beberapa ormas yang diundang hadir diantaranya tetap bersikukuh untuk melaksanakan metode rukyat yang dilakukan secara mandiri. Namun alhamdulillaah, meski beberapa ormas Islam yang hadir semisal FPI (Front Pembela Islam) tetap pada pendiriannya, namun suasana tetap kondusif dan mengalir.

PP Muhammadiyah yang turut diundang kali ini tidak bisa memenuhi undangan Kementerian Agama RI dikarenakan hasil keputusan Lajnah Falakiyah PP Muhammadiyah tidak dapat diganggu gugat lagi. Sehingga demi terciptanya kemaslahatan bersama, PP Muhammadiyah memutuskan untuk tidak menghadiri sidang isbat yang diasumsikan bakal berlawanan dengan pendirian mayoritas ulama yang hadir pada sidang tersebut. Hal ini dikarenakan masing masing ormas Islam menggunakan metode/penilaian yang berbeda.

Dari hasil diskusi tersebut satu hal yang mungkin perlu diperhatikan oleh Kementerian Agama RI dan MUI pada khususnya adalah masukan dari salah seorang ustadz bahwa sidang isbat semacam ini seharusnya dilakukan dengan cara tertutup/ekslusif. Karena sidang isbat semacam ini pasti penuh dengan argumentasi dari berbagai kalangan yang berbeda madzhab. Hal semacam ini (baca: adu argumentasi) dianggap tidak perlu diketahui publik secara detail, karena akan menimbulkan kebingungan di dalam masyarakat bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan.//**

Sumber : (http://beritanuansa.wordpress.com)