Uncategorized


Idul Idha tahun 2012 ini, warga LDII OKU Timur merayakan idul kurban ini dengan kurban sebanyak 74 ekor sapi dan 109 ekor kambing. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya jumlah hewan kurban mengalami paningkatan.
Pelaksanaan penyembelehan hewan kurban ini dilaksanakan oleh warga di masjid dan tempat kegiatan warga LDII. Dengan semangat berkurban dan berbagi terhadap sesama, seluruh warga LDII OKU Timur bahu membahu gotong royong dalam pelaksanaan kurban. Bahkan dengan warga sekitar pun saling membantu dalam amal sholeh ini. Ribuan kantong daging hewan kurban ini kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkannya.

Iklan


Jakarta- Hasil rekomendasi Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) yang ditetapkan pada Senin (17/9), tadi sore ditegaskan kembali oleh ketua umum PB NU KH.Agil Siraj di Kantor PB NU dihadapan jajaran pengurus DPP LDII yang berkunjung ke Kantor PB NU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat Rabu 26/9.

Kunjungan DPP LDII ke kantor PBNU yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Abdullah Syam diterima oleh Ketua Umum PB NU Agil Siraj di ruang kerjanya.

Pertemuan dalam situasi silaturahmi nampak akrab dan saling canda tawa dengan diselingi oleh joke-joke hasil rekomendasi Munas dan Konbes NU di cirebon. Namun demikian Agil Siroj tampak keseriusannya tatkala menyampaikan rekomendasi Munas dan Konbes NU terutama yang terkait dengan pajak dan pilkada langsung.

“Untuk para koruptor yang sudah merugikan bangsa dan negara mesti harus di hukum mati, terutama para koruptor yang ngemplang pajak. dalam kajian Islam membayar pajak itu tidak wajib, menjadi wajib karena sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara, harus taat pada peraturan pemerintah, beda dengan zakat, kalau zakat wajib, sehingga kalau zakat dikorupsi, maka koruptornya yang di adili, adapun pajak kalau dikorupsi terus-terusan makan bisa di moratoriumkan, bisa di tinjau ulang,” Ungkapnya.

ketika Prasetyo mencolek tentang pilkada, Agil menjelaskan bahwa biaya untuk pilkada langsung, banyak mudlorotnya dibanding manfaatnya, “tujuan utamanya memang bagus mencari pemimpin ideal, namun pada kenyataannya, justru menjadi perpecahan, karena perilakunya sudah menyimpang, bukan menjadi pemimpin ideal yang terpilih tetapi siapa yang duitnya banyak populer itu yang jadi rusak,” Sehingga, kata Agil lebih lanjut, pilkada langsung agar ditinjau ulang.

Sementara mengenai hukuman mati bagi koruptor yang sudah meresahkan dan merugikan negara dan bangsa, Agil mencontohkan negara Cina dan Mongolia sudah menjalankan hukuman mati bagi koruptor dan berhasil, Ujarnya.
(www.ldii.or.id)

Oleh Heri Ruslan

Imam Az-Zahabi, mengatakan, kitab hadis yang ditulis Imam Bukhari merupakan kitab yang tinggi nilainya dan paling baik, setelah Alquran.
Di antara sederet kitab hadis yang ditulis para ulama sejak abad ke-2 Hijriah, para ulama lebih banyak merujuk pada enam kitab hadis utama atau Kutub As-Sittah. Keenam kitab hadis yang banyak digunakan para ulama dan umat Islam di seantero dunia itu adalah Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan at-Tirmizi, Sunan An-Nasai, serta Sunan Ibnu Majah.

Sahih al-Bukhari

Kitab hadis ini disusun oleh Imam Bukhari. Sejatinya, nama lengkap kitab itu adalah Al-Jami Al-Musnad As-Sahih Al-Muktasar min Umur Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassallam wa Sunanihi. Kitab hadis nomor satu ini terbilang unggul, karena hadis-hadis yang termuat di dalamnya bersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW.

‘’Sekalipun ada hadis yang sanadnya terputus atau tanpa sanad sekali, namun hadis itu hanya berupa pengulangan,’’ tulis Ensiklopedi Islam. Karena kualitas hadisnya yang teruji, Imam Az-Zahabi, mengatakan, kitab hadis yang ditulis Imam Bukhari merupakan kitab yang tinggi nilainya dan paling baik, setelah Alquran.

Dengan penuh ketekunan dan semangat yang sangat tinggi, Imam Bukhari menghabiskan umurnya untuk menulis Shahih Al-Bukhari. Ia sangat prihatin dengan banyaknya kitab hadis, pada zaman itu, yang mencampuradukan antara hadis sahih, hasan, dan dhaif – tanpa membedakan hadis yang diterima sebagai hujah (maqbul) dan hadis yang ditolak sebagai hujah (mardud).

Imam Bukhari makin giat mengumpulkan, menulis, dan membukukan hadis, karena pada waktu itu hadis palsu beredar makin meluas. Selama 15 tahun, Imam Bukhari berkelana dari satu negeri ke negeri lain untuk menemui para guru hadis dan meriwayatkannya dari mereka.

Dalam mencari kebenaran suatu hadis, Imam Bukhari akan menemui periwayatnya di mana pun berada, sehingga ia betul-betul yakin akan kebenarannya. Beliau pun sangat ketat dalam meriwayatkan sebuah hadis. ‘’Hadis yang diterimanya adalah hadis yang bersambung sanadnya sampai ke Rasulullah SAW.’’

Tak hanya itu. Ia juga memastikan bahwa hadis itu diriwayatkan oleh orang yang adil dan kuat ingatan serta hafalannya. Tak cukup hanya itu. Imam Bukhari juga akan selalu memastikan bahwa antara murid dan guru harus benar-benar bertemu. Contohnya, apabila rangkaian sanadnya terdiri atas Rasulullah SAW – sahabat – tabiin –tabi at tabiin – A –B – Bukhari, maka beliau akan menemui B secara langsung dan memastikan bahwa B menerima hadis dan bertemu dengan A secara langsung.

Menurut Ibnu hajar Al-Asqalani, kitab hadis nomor wahid ini memuat sebanyak 7.397 hadis, termasuk yang ditulis ulang. Imam Bukhari menghafal sekitar 600 ribu hadis. Ia menghafal hadis itu dari 90 ribu perawi. Hadis itu dibagi dalam bab-bab yang yang terdiri dari akidah, hukum, etika makan dan minum, akhlak, perbuatan baik dan tercela, tarik, serta sejarah hidup Nabi SAW.

Sahih Muslim

Menurut Imam Nawawi, kitab Sahih Muslim memuat 7.275 hadis, termasuk yang ditulis ulang. Berbeda dengan Imam Bukahri, Imam Muslim hanya menghafal sekitar 300 ribu hadis atau separuh dari yang dikuasai Imam Bukhari. ‘’Jika tak ada pengulangan, maka jumlah hadis dalam kitab itu mencapai 4.000,’’ papar Ensiklopedi Islam.

Imam Muslim meyakni, semua hadis yang tercantum dalam kitab yang disusunnya itu adalah sahih, baik dari sisi sanad maupun matan. Seperti halnya Shahih Bukhari, kitab itu disusun dengan sistematika fikik dengan topiknya yang sama.

Sang Imam, tergerak untuk mengumpulkan, menulis, dan membukukan hadis karena pada zaman itu ada upaya dari kaum zindik (kafir), para ahli kisah, dan sufi yang berupaya menipu umat dengan hadis yang mereka buat-buat sendiri. Tak heran, jika saat itu umat islam sulit untuk menilai mana hadis yang benar-benar dari Rasulullah SAW dan bukan.

Soal syarat penetapan hadis sahih, ada perbedaan antara Imam Bukhari dan Imam Muslim. Shahih Muslim tak menerapkan syarat terlalu berat. Imam Muslim berpendapat antara murid (penerima hadis) dan guru (sumber hadis) tak harus bertemu, cukup kedua-duanya hidup pada zaman yang sama.

Sunan Abi Dawud

Kitab ini memuat 5.274 hadis, termasuk yang diulang.Sebanyak 4.800 hadis yang tercantum dalam kitab itu adalah hadis hukum. ‘’Di antara imam yang kitabnya masuk dalam Kutub as-Sittah, Abu Dawud merupakan imam yang paling fakih,’’ papar Ensiklopedi Islam.

Karenanya, Sunan Abi Dawud dikenal sebagai kitah hadis hukum, para ulama hadis dan fikih mengakui bahwa seorang mujtahid cukup merujuk pada kitab hadis itu dan Alquran. Ternyata, Abu Dawud menerima hadis itu dari dua imam hadis terdahulu yakni Imam Bukhari dan Muslim. Berbeda dengan kedua kitab yang disusun kedua gurunya itu, Sunan Abi Dawud mengandung hadis hasan dan dhaif.Kitab hadis tersebut juga banyak disyarah oleh ahli hadis sesudahnya.

Sunan At-Tirmizi

Kitab ini juga dikenal dengan nama Jami’ At-Tirmizi. Karya Imam At-Tirmizi ini mengandung 3.959 hadis, terdiri dari yang sahih, hasan, dan dhaif. Bahkan, menurut Ibnu Qayyim al-Jaujiyah, di dalam kitab itu tercantum sebanyak 30 hadis palsu. Namun, pendapat itu dibantah oleh ahli hadis dari Mesir, Abu Syuhbah.

‘’Jika dalam kitab itu terdapat hadis palsu, pasti Imam At-Tirmizi pasti akan menjelaskannya,’’ tutur Syuhbah. Menurut dia, At-Tirmizi selalu memberi komentar terhadap kualitas hadis yang dicantumkannya.

Sunan An-Nasa’i

Kitab ini juga dikenal dengan nama Sunan Al-Mujtaba. An-Nasa’I menyusun kitab itu setelah menyeleksi hadis-hadis yang tercantum dalam kitab yang juga ditulisnya berjudul As-Sunan Al-Kubra yang masih mencampurkan antara hadis sahih, hasan, dan dhaif. Sunan An-Nasa’I berisi 5.671 hadis, yang menurut Imam An-Nasa’I adalah hadis-hadis sahih.

Dalam kitab ini, hadis dhaif terbilang sedikit sekali. Sehingga, sebagian ulama ada yang meyakini kitab itu lebih baik dari Sunan Abi Dawud dan Sunan At-Tirmizi. Tak heran jika, para ulama menjadikan kitab ini rujukan setalah Sahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Sunan Ibnu Majah

Kitab ini berisi 4.341 hadis. Sebanyak 3.002 hadis di antaranya terdapat dalam Al-Kutan Al-Khasah dan 1.339 hadis lainnya adalah hadis yang diriwaytkan Ibnu Majah. Awalnya, para ulama tak memasukan kitab hadis ini kedalam jajaran Kutub As-Sittah, karena di dalamnya masih bercampur antara hadis sahih, hasan dan dhaif. Ahli hadis pertama yang memasukan kitab ini ke dalam jajaran enam hadis utama adalah Al-Hafiz Abu Al-fadal Muhammad bin Tahir Al-Maqdisi (wafat 507 Hijiriah).
http://www.walibarokah.org

Bogor, 11-12 April 2012 – Menajamkan program-program LDII dalam lima tahun ke depan yang digagas pada Munas tahun lalu, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di IPB International Convention Center (ICC) Bogor pada 11 – 12 April 2012 yang dibuka oleh Menteri Agama H. Suryadharma Ali dan dihadiri Menpora Andi Mallarangeng, Ketua PBNU Prof KH Said Aqil Siradj, dihadapan 1.500 peserta yang terdiri dari para ulama, guru pesantren, pengurus LDII dari tingkat Dewan Perwakilan Pusat, Dewan Perwakilan Wilayah hingga Dewan Perwakilan Daerah tingkat Kabupaten/kota.

Tema Rakernas LDII 2012 adalah “Pengembangan SDM Profesional Religius untuk Indonesia Sejahtera, Demokratis, Berkeadilan dan Bermartabat” mengingat satu dekade ke depan persoalan karakter bangsa masih menjadi masalah terbesar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu menurunnya peradaban bangsa yang diakibatkan oleh factor ekonomi, lemahnya penegakan hukum dan globalisasi menjadi landasan komitmen Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk menyusun program kerja tahun 2012 yang difokuskan pada pembangunan kembali Akhlaqul Karimah dan melakukan kontribusi sosial membentuk generasi profesional religius di lingkup para anggotanya dan masyarakat.

Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam mengatakan: “Generasi profesional religius yang diharapkan LDII adalah umat yang memiliki etos kerja yang mampu bekerja dengan baik dan menghasilkan produk berkualitas. Keterpurukan bangsa Indonesia dalam berbangsa dan bernegara dikarenakan profesionalisme itu tanpa didasari sifat religius dan bisa dilihat dalam berbagai kasus korupsi yang melanda tanah air saat ini”

Dari 1.018 kasus kasus korupsi yang ditangani kejaksaan, Masyarakat Transparansi Internasional Indonesia menyebut 967 anggota DPR/DPRD, dan 61 kepala daerah terlibat korupsi.

Selain korupsi, Indonesia masih bergelut dengan angka kemiskinan yang tinggi. Indeks Pembangunan Manusia (HDI) 2011 Indonesia menunjukkan Indonesia berada di urutan ke 124, atau berada di posisi menengah, padahal Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sementara 10 negara dengan HDI tertinggi, merupakan negara-negara dengan kekayaan alam yang setara ataupun di bawah Indonesia memiliki kemampuan yang lebih baik. Dengan demikian negeri ini masih memiliki masalah dengan pemerataan kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan.

Tingginya angka korupsi dan rendahnya HDI merupakan indikator hilangnya arah dalam pembentukan karakter yang berpengaruh besar terhadap pembangunan nasional.

“Ini semua akibat profesionalisme namun tak diikuti kesalehan sosial”, ujar Prof Syam.

Sekilas Tentang LDII:

• LDII merupakan organisasi masyarakat berbasis agama Islam secara struktural memiliki 33 DPD provinsi, 353 DPD Kota/Kabupaten, 4500 PC dan PAC seluruh Indonesia
• LDII sangat menjunjung kerukunan umat dan kesatuan NKRI bertujuan meningkatkan peradaban hidup, harkat, dan martabat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya
• LDII mendukung terwujudnya masyarakat madani yang demokratis, berakhlaq mulia, sadar akan harga diri bangsa dan berkeadilan social berdasarkan Pancasila dan UUD 45

Dalam Islam tata cara berbusana sangat jelas diterangkan baik yang laki-laki maupun yang perempuan. Dalam berbusana supaya benar-benar sesuai dengan tuntunan syariat yang ada yaitu harus sesuai peraturan Alloh dan Rosululloh. Pakaian yang benar adalah yang bisa menutupi aurat dengan baik, rapi dan sopan terutama perlu ditekankan kepada para wanita. Adapun syarat-syarat pakaian wanita muslimah yang sesuai syariat adalah sebagai berikut :

1. Menutupi seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan

2. Berpakaian bukan untuk perhiasan, dipamerkan
وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولا يبد ين زينتهن إلا ما ظهر منها وليضربن بخمرهن على جيوبهن ولا يبدين زينتهن إلا لبعولتهن أو آبائهن أو آباء بعولتهن أو أبنائهن أو أبناء بعولتهن أو إخوانهن أو بني إخوانهن أو بني أخواتهن أو نسائهن أو ما ملكت أيمانهن أو التابعين غير أولي الإربة من الرجال أو الطفل الذين لم يظهروا على عورات النساء ولا يضربن بأرجلهن ليعلم ما يخفين من زينتهن وتوبوا إلى الله جميعا أيها المؤمنون لعلكم تفلحون

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (Qur’an Surat An Nur ayat 31).

وقال الاعمش عن سعيد بن جبير عن بن عباس ولا يبد ين زينتهن إلا ما ظهر منها قال وجهها وكفيها والختام وروي عن بن عمر وعطاء وعكرمة وسعيد بن جبير وابي الشعثاء والضحاق وابراهيم النخعي وغيرهم نحو ذلك. في تفسير ابن كثير

Dan berkata A’masy dari Said bin Jubair dari Ibnu Abas : dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Ibnu Abas berkata : wajahnya dan telapak tangannya dan cincin. Hadits seperti ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Atho’, Ikrimah, Said bin Jubair, Ibnu Sya’sta’i, Dhohak, Ibrohim An Nakho’iy dan selain mereka. (Tafsir Ibnu Katsir)

يا أيها النبي قل لأزواجك وبناتك ونساء المؤمنين يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورا رحيما

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (Qur’an Surat Al Ahzaab ayat 59).

عن عبد الله عن النبي صل الله عليه وسلم قال المرأة عورة فاذا خرجت استشرفها الشيطان. رواه الترمذي في كتاب الرضاع
Dari Abdillah dari Nabi SAW berkata: Perempuan adalah aurat, maka ketika dia keluar rumah maka syetan akan menghias-hiasinya. (HR Tirmidzi)

عن صفية بنت ابي عبيد انها اخبرته ان ام سلمت زوج النبي صلى الله عليه وسلم قل لت لرسولالله صلى الله عليه وسلم حين ذكرالإزارفالمرأة يا رسول الله قال ترخي شبرا قالت ام سلمة اذا ينكشف عنها قال فذراعا لا تزيد عليه. رواه اب داود في كتاب الباس

Dari Sofiyah binti Abi Ubaid sesungguhnya dia mengkhabarkan pada Nafi’ sesungguhnya Umi Salamah istrinya Nabi SAW berkata kepada Rosululloh SAW ketika Nabi sedang menerangkan tentang pakaian bawah, : Dan untuk perempuan ya Rosululloh? berkata Rosululloh SAW: Untuk pakaian bawah perempuan supaya diturunkan sejengkal (dari setengah betis). Umi Salamah berkata : Ketika itu pakaian tersebut belum menutupi pada perempuan. Rosululloh berkata: ya turunkanlah menjadi satu lengan (dari setengah betis) maka jangan ditambah-tambah lagi. (HR Abu Dawud)

3. Tidak tipis

عن عائشة رضي الله عنها ان اسماء بنت ابي بكر دخلت على رسول الله صلى الله عليه وسلم وعليها ثياب رقاق فأعرض عنها رسول الله صلى الله عليه وسلم وقال با اسماء ان المرأة اذا بلغت المحيض لم تصلح ان يرى منها الا هذا وهذا واشار الى وجهه وكفيه. رواه اب داود في كتاب الباس

Dari Aisyah r.a sesungguhnya Asma binti Abu Bakar masuk ke rumah Rosululloh SAW dan dia berpakaian tipis, maka Rosululloh SAW berpaling darinya dan berkata : Hai Asma, sesungguhnya ketika seorang perempuan sudah datang haid (baligh) tidak baik apabila terlihat badannya kecuali ini dan ini. dan Rosululloh SAW isarah pada wajahnya dan telapak tangannya. (HR Abu Dawud)

4. Tidak ketat

عن بن اسامة بن زيد ان اباه اسامة قال كساني رسول الله صلى الله عليه وسلم قبطية كشيفة كا نت مما اهداها دهية الكلبي فكسوتها امرأتي فقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم مرها فلتجعل تحتها غلالة إني اخاف ان تصف حجم عظامها. رواه احمد في مسنده

Dari Ibnu Usamah bin Zaid, sesungguhnya bapaknya berkata: Rosululloh SAW memberi pakaian Qibtiyyah yang tebal hadiah dari Dihya’ al Kalbi. Maka aku memberikannya pada istriku. Maka Rosululloh SAW berkata padaku : Kenapa engkau tidak memakai pakaian Qibtiyyah itu? aku berkata : Telah saya berikan kepada istriku. Rosululloh SAW berkata : Perintahlah engakau kepada istrimu untuk memakai pakaian rangkap, karena saya khawatir pakaian itu terlalu ketat sehingga bentuk badannya kelihatan. (HR Ahmad)

5. Tidak diberi parfum (pewangi)

عن الآشعري قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ايما امرأة استعطرت فمرت على قوم ليجدوا من ريحها فهي زانية. رواه النسائ في كتاب الزنية

Dari As’ariy berkata dia, Rosululloh SAW berkata : dimana seorang perempuan memakai parfum kemudian lewat di suatu kaum maka dia mendapatkan dosa yang besar. (HR An Nasa’i)

6. Tidak menyerupai pakainnya laki-laki

عن ابي هريرة قال لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل يلبس لبسة المرأة والمرأة لبس لبسة الرجل. رواه ابو داود في كتاب الباس

Dari Abu Huroiroh berkata: Rosululloh SAW telah melaknati seorang laki-laki yang berpakaian perempuan, dan perempuan yang berpakaian laki-laki. (HR Abu Dawud)

7. Tidak menyerupai pakaian orang kafir

عن بن عمر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من تشبه بقوم فهو منهم. رواه ابو داود في كتاب الباس

Dari Ibnu Umar berkata dia, Rosululloh SAW berkata : Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka termasuk menjadi golongan kaum tersebut. (HR Abu Dawud)

قال عبد الله بن عمر بن العاص رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم علي ثوبين معصفرين فقال ان هذه من ثياب الكفار فلا تلبسها. رواه مسلم في كتاب الباس والزينة

Abdillah bin Umar bin Ash, Rosululloh SAW melihat dua pakaian warna kuning, lalu beliau berkata: Sesungguhnya ini pakaiannya orang kafir maka jangan memakai pakaian seperti ini. (HR Muslim)

8. Tidak untuk supaya terkenal

عن عبد الله بن عمر قال قال رسول الله ضلى الله عليه وسلم من لبس ثوب شهرة في الدنبا البسه الله ثوب مذلة يوم القيامة ثم الهب فيه نارا. رواه ابن ماجة في كتاب الباس

Dari Abdillah bin Umar berkata dia, Rosululloh SAW berkata : Barang siapa yang memakai pakaian mashur di dunia, Alloh akan memberikan pakaian yang hina pada hari kiamat kemudian dinyalakan api kepadanya. (HR Ibnu Majah)

Adapun petunjuk pakaian wanita muslimah yang benar adalah sebagai berikut :

1. Bagian atas harus tertutup lehernya dengan sempurna
2. Dalam memakai kerudung/jilbab disamping harus menutup rambut dan lehernya juga harus menutup bagian dadanya, jangan sampai disampirkan ke bahu sehingga terlihat bentuk dadanya
3. Lengan baju sampai pergelangan tangan dan panjang bajunya sampai ke lutut, paling tidak sampai setengah paha.
4. Pakaian bawah harus sampai menutup kaki
5. Pakaian atas dan bawah tidak boleh tipis apalagi tembus pandang (transparan)
6. Pakaian atas dan bawah tidak ketat sehingga kelihatan lekuk bentuk tubuhnya.


Republika.co.id. Indonesia membutuhkan pemimpin yang mempu menggapai tujuan negara, yakni kemakmuran yang adil bagi seluruh rakyatnya. Keadilan itu dianggap sebagai syarat penting untuk menjaga keutuhan bangsa dan multietnis yang ada di negeri ini.

Demikian pendapat mantan wakil presiden Yusuf Kalla saat dialog karakter bangsa yang diselenggarakan pengurus pusat LDII di Jakarta. “Tujuan berbangsa adalah mencapai kemakmuran yang adil”, ujar pria yang akrab disapa JK ini.

Belajar dari pengalaman di negeri ini, JK mengatakan banyak pembrontakan yang terjadi di masa lalu karena dipicu oleh perlakuan yang tidak adil. Dia contohkan mulai dari peristiwa PRRI/Permesta sampai Gerakan Aceh Merdeka. Bahkan, konflik yang pernah terjadi di Poso dan Ambon pun, dilihatnya diawali oleh rasa ketidakadilan.

Menurut JK, pemimpin di Ondonesia harus mampu membawa negeri ini mencapai tujuan dengan cara-cara yang sah dan benar. Demokrasi, baginya hanyalah alat atau cara untuk mencapai tujuan negara, yakni kemakmuran. “Hanya kepemimpinan yang kuat yang dapat perssatukan ini semua,” tegasnya.

Jakarta, Persoalan vaksin meningitis membuat MUI harus melakukan audit langsung ke sejumlah produsen di luar negeri. Namun hingga saat ini, belum ada vaksin meningitis yang dinyatakan halal oleh majelis tersebut.

Ketua Komisi Fatwa MUI, Dr KH Anwar Ibrahim mengatakan, salah satu produsen yang telah diaudit adalah GlaxoSmithKline dari Belgia. Vaksin dari perusahaan tersebut dinyatakan haram karena memakai unsur babi dalam media pertumbuhannya.
Sementara vaksin dari produsen asal Italia, Novartis belum bisa dinyatakan halal atau masih syubhat. MUI menilai, beberapa bahan masih harus diklarifikasi lebih lanjut terkait asal-usulnya.

Produsen ketiga yang telah diaudit oleh MUI adalah Tianyuan Biofar. Audit terhadap perusahaan asal China ini belum selesai karena laporan dari tim audit saat ini masih disidangkan oleh Komisi Fatwa MUI.

Karena belum ada yang dinyatakan halal, MUI menggunakan fatwa tahun 2009 yang mengatakan bahwa pemberian vaksin meningitis boleh dilakukan (mubah) dalam kondisi darurat. Ketentuan tersebut berlaku sementara, hingga ditemukan vaksin yang halal.

Sementara Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan bahwa pendistribusian vaksin meningitis akan dimulai sekitar 9 Juli 2010. Perusahaan yang ditunjuk dalam proyek tersebut adalah Biofarma.

“Vaksin meningitis harus diberikan paling lambat 2 minggu sebelum kloter pertama diberangkatkan,” ungkap Menkes dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan RI, Jumat (2/7/2010).

Pemberitan vaksin meningitis merupakan syarat yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi, untuk mengantisipasi penularan selama di tanah suci. Salah satu wilayah asal jemaah haji yang termasuk endemik adalah Afrika, yang dikenal memiliki meningitis belt.(www.mui.or.id)

Laman Berikutnya »